"Beneran, Man?" tanyaku sedikit kesal.
"Iya. Ini, nih!" kata Mania sambil menyodorkan handphonenya kepadaku.
"Maaf, ya. Aku nggak bisa datang." dengan sedikit kesal aku membaca pesan tersebut dan mencoba untuk menelpon Viva.
Tut..Tut..Tut..
"Ha-halo?" jawab Viva dengan suara yang lemas.
"Viva! Kenapa kamu nggak datang?" tanyaku sambil duduk di kursi.
"A-Aku. Jangan telpon aku lagi! Aku sayang banget sama kalian, aku rindu banget sama kalian, pokoknya! You're is my best friends!"
"Viva?" tanyaku heran dengan rasa bersalah.
Aku menceritakan percakapanku dengan Viva di telpon. Kami semua hanya duduk dan penasaran apa yang terjadi pada Viva. Akhhh! Tolong beritahu aku! T^T
To Be Continued...
Saran Emosi ^-^
Blog saya bagus tidak? Tutornya lihat di www.jombinabelog.blogspot.com
Lihat Juga Blog saya yang lain. Viva itu sebenarnya "Huri, teman, saya!". Tapi, cerita ini nggak menurut kisah nyata, kok. Sedikit-sedikit, sih. Thanks. Comment nya mana?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar